ANALISIS CERPEN SECARA OBJEKTIF KARYA YENU ENDAH


ANALISIS  CERPEN SECARA OBJEKTIF
KARYA YENU ENDAH

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Apresiasi Prosa Fiksi Indonesia Oleh Dosen pengampu Budi Riswandi, M.pd.



MOHAMAD SYAHRIL SOBIRIN                                            172121034



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
2018




ANALISIS CERPEN SECARA OBJEKTIF
KARYA YENU ENDAH

Judul cerpen : Cuci paru-paru

A.     UNSUR INTRINSIK

1.      Tema
Tema pada cerita pendek yang berjudul cuci paru-paru adalah cinta serta peduli terhadap linkungan

2.      Tokoh
a)      Dhini , merupakan adik dari kak Ratna. Sifatnya polos , penurut , mudah penasaran dan mudah percaya.
b)      Kak Ratna , merupakan kakak dari Dhini. Sifatnya penyayang, cinta alam, suka  jalan-jalan , peduli lingkungan, sabar dan baik hati.

3.      Latar   
a.       Latar tempat
·         Rumah , tempat dimana Dhini ganti baju.
·         Hutan pinus , yang pada saat itu Dhini kagum melihat banyak pohon pinus menjulang tinggi disana.
b.      Latar waktu
·         Pagi ini , Dhini diajak pergi kakaknya, jalan-jalan ke hutan pinus Mangunan.
c.       Latar suasana
·         Takjub , Dhini berdecak kagum ketika sampai di hutan pinus Mangunan.
·         Santai , kak Ratna menggelar tikar dan duduk bersama Dhini memakan bekal yang mereka bawa dari rumah sambil menikmati pemandangan hutan pinus.
4.      Alur
a.       Perkenalan
Menceritaken tentang rencana Dhini yang akan diajak kakaknya yaitu, kak Ratna untuk jalan-jalan ke hutan pinus Mangunan  dengan niat cuci paru-paru
b.      Pemunculan konflik
Setiap hari, banyak polusi udara yang dihirup dari udara yang kotor baik dari asap rokok maupun asap knalpot kendaraan
c.       Konflik meningkat
Akibat dari polusi udara tersebut menyebabkan dampak yang tidak baik bagi kesehatan paru-paru.
d.      Klimaks atau puncak
Karena dampak yang tidak baik untuk kesehatan paru-paru, kak Ratna memberitahu Dhini akan pentingnya cuci paru-paru. Namun Dhini sangat menyayangkan karena tidak bisa cuci paru-paru setiap hari.
e.       Penyelesaian
Kak Ratna memberikan solusi agar dapat cuci paru-paru  tiap hari dengan cara menciptakan lingkungan asri dengan menanam pohon di lingkungan sekitarnya.


5.      Bahasa atau gaya bahasa
Dalam cerita pendek ini penulis cenderung menggunakan bahasa yang lugas agar lebih mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu terdapat pula kata khiasan seperti cuci paru-paru dan terdapat pula majas atau gaya bahasa personifikasi pada kalimat ranting pohon bergoyang, ditambah suara burung saling  bersahutan .

6.      Sudut pandang
Pada cerita ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serbatahu, terbukti karena tidak ada tokoh aku, semua tokoh menggunakan nama.

7.      Amanat
·         Tidak selamanya kebahagiaan dapat diukur dengan harta dan tahta , namun dengan kasih sayang dan cinta yang tulus maka kebahagiaan akan menyertainya.
·         Cintai lingkungan sebagaimana kita mencintai orang yang kita sayang, karena lingkungan telah memberikan sesuatu yang begitu besar terhadap kita.
·         Menanam pohon mempunyai banyak manfaat dan juga dapat memberi keindahan


A.   Unsur ekstrinsik

1.      Nilai moral
Nilai moral yang terkandung dalam cerpen cuci paru-paru adalah  kita harus senantiasa menjaga alam kita karena kita masih bergantung kepada alam. Dan apabila lingkungan kita ini dapat memberikan banyak manfaat untuk kita, tidak ada alas an untuk kita merusaknya.

2.      Nilai spiritual
Nilai spiritual yang terkandung dalam cerpen cuci paru-paru adalah di muka bumi ini kita bukan satu-satunya mahluk tuhan yang hidup, namun kita sebagai mahluk tuhan yang paling sempurna jangan pernah bertindak bodoh . kita harus bisa menjaga sesama mahluk ciptaan tuhan.

Komentar

Postingan Populer